

Baru-baru ini, salah satu ajang bergengsi di Sumatera Barat, Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) kembali digelar. Kegiatan yang digelar rutin 2 tahun sekali ini merupakan ajang kompetisi yang juga bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadist. Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025, berlangsung selama 6 hari berturut-turut (13-18/12/2025).
Tidak hanya menjadi ajang yang membanggakan bagi Sumatera Barat, kegiatan MTQ Nasional ini juga menjadi ajang yang turut membanggakan bagi Departemen Psikologi UNP. Pasalnya, dua orang mahasiswi UNP, Cindy Rachma Yuniza dan Rina Astagina terpilih sebagai MC MTQ Nasional.
Cindy dan Rina menjadi bagian dari 151 peserta calon MC dari seluruh kampus dan instansi di Bukittinggi. Setelah melewati proses seleksi, Cindy dan Rina terpilih menjadi salah satu dari total 41 orang MC yang bertugas. Pada prosesnya, Cindy bercerita terdapat beberapa tahapan proses seleksi yang dilewati. Pertama, seleksi se-UNP Cabang Bukittinggi (FK dan Psikologi) dan dibantu dengan arahan dari salah satu dosen psikologi yaitunya Bapak Zulian Fikry. Selanjutnya, seleksi pemilihan MC dari Pemerintah Kota Bukittinggi dimana Cindy dan Rina dinyatakan lolos seleksi sebagai MC. Kemudian, Cindy dan Rina mengikuti seleksi penempatan venue dan cabang lomba. Seleksi penempatan cabang lomba diadakan selama 6 hari dengan Training Center dari Pemko.
Sebagaimana diketahui, terdapat 12 cabang lomba yang diperlombakan pada MTQ Nasional ke 41 tingkat Sumatera Barat ini dan berlangsung di 16 venue di tiga kecamatan di Kota Bukittinggi. Panggung utama untuk pelaksanaan MTQ Nasional ke 41 Tingkat Sumatera Barat ini digelar di lapangan kantin Wirabraja Kota Bukittinggi. Cindy sendiri ditugaskan sebagai MC untuk kategori hafalan 100 hadist dengan sanad dan Hafalan 500 hadist tanpa sanad, sementara Rina bertugas sebagai MC di dua venue, yaitu saat babak penyisihan Rina bertugas sebagai MC MTQ cabang KTIQ (Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an) dan pada babak final diamanahkan sebagai MC MTQ pada cabang lomba Tartil Umum.
Cindy merasa sangat bangga dengan terpilihnya ia sebagai salah satu MC pada kegiatan bergengsi di Provinsi Sumatera Barat ini. “Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan MC, mulai dari pelatih, panitia, teman seperjuangan, kafilah, dosen pembimbing Pak Fikry dan tim yang bekerja sama dalam venue juga saling membantu. Selain itu, doa dan harapan orang tua juga mendorong Cindy untuk lebih berani mencoba segala hal yang menjadi tantangan”, tuturnya. Apalagi aktivitas menjadi MC merupakan aktivitas yang ia senangi sedari kecil. “Cindy sejak kecil menyenangi kegiatan MC mulai dari kegiatan yang kecil seperti protokol, MC di sekolah, dan di perkuliahan seperti menjadi MC dalam kegiatan organisasi, hingga alhamdulillah Cindy bisa membawa diri Cindy ke tingkat MC nasional pada MTQN ke-41 Provinsi sumatera barat ini”, ungkapnya bangga.
Senada dengan Cindy, Rina juga merasakan perasaan bangga. Ia mengutarakan “Rina merasa kegiatan sebagai MC MTQ Nasional ke-41 Tingkat Provinsi Sumatera Barat merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan berharga. Melalui kegiatan ini, Rina banyak belajar, mulai dari teknik yang tepat dalam menjadi MC MTQ, pengolahan vokal, sikap dan etika di atas panggung, hingga bagaimana membangun rasa percaya diri serta tetap tenang saat tampil. Selain itu, Rina juga merasakan suasana kekeluargaan yang sangat erat di dalam kegiatan ini. Bertemu banyak orang berbakat, dan orang baik yang memberikan kesan hangat di kegiatan ini”. Lebih lanjut, Rina juga menceritakan terkait ketertarikannya dalam bidang MC. “Ketertarikan Rina terhadap dunia MC berawal sejak masa SMA dimana ia sering diamanahkan menjadi MC dalam berbagai kegiatan sekolah dan luar sekolah, baik acara formal maupun non formal. Setiap kali bertugas sebagai MC, Rina merasa senang, menikmati prosesnya, dan merasakan perkembangan dalam diri. Ketika berada di perkuliahan dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi MC MTQ tingkat nasional, Rina sangat antusias untuk mencoba, meskipun sempat muncul keraguan karena harus bersaing dengan para MC yang sudah profesional. Namun, berkat dukungan orang tua, dosen pembimbing Bapak Zulian Fikry yang turut hadir langsung ke lokasi seleksi serta membantu mencarikan coach untuk latihan, dan juga dukungan dari teman-teman, Rina semakin percaya diri. Alhamdulillah, Rina berhasil lulus seleksi dan resmi dipercaya menjadi MC MTQ Nasional ke-41 Tingkat Provinsi Sumatera Barat”, tutur Rina.
Untuk bisa lolos seleksi, tentu perlu usaha. Cindy memaparkan beberapa kiat untuk bisa lolos seleksi. “Untuk lolos seleksi ini harus rajin berlatih dan mencatat ilmu yg diberikan oleh pelatih, dan juga ikhtiar untuk menyerahkan segala kepada Allah SWT”, jelasnya (rhmhrv).